TUGAS MINGGU KE-3

28 May

TUGAS SOFTSKILL MINGGU KE-3

Nama : Herydho Octa Ardyansyah

NPM  : 33411368

Kelas : 4ID04

Penulisan Ilmiah yang Dibahas :

Herydho Octa Ardyansyah, 2015. Mempelajari Kualitas Tepung Terigu PT. Indofood Sukses Makmur Tbk. Divisi Bogasari Flour Mills, Universitas Gunadarma: Jakarta.

Acuan Standarisasi :

ISO 9001 : Sistem Manajemen Mutu

Pembahasan :

Produk utama yang dihasilkan oleh PT. Indofood Sukses Makmur Bogasari Flour Mills adalah tepung terigu yang terdiri dari berbagai merek. Perbedaan dari masing-masing produk yang dihasilkan adalah berdasarkan kandungan proteinnya yang tentunya akan mempengaruhi tujuan penggunaannya. Berdasarkan kandungan proteinnya, tepung terigu dikategorikan dalam tiga kategori yaitu protein tinggi, protein sedang, dan protein rendah. Tepung terigu protein tinggi diperoleh dari gandum dengan jenis hard wheat. Kandungan proteinnya  berkisar antara 13%-16,1% dengan merek yang diproduksi yakni merek Cakra Kembar dan Cakra Kembar Emas. Tepung terigu protein sedang merupakan jenis tepung terigu dengan kadar protein 11%-12,5% dengan merek yang tergolong tepung protein sedang adalah Segitiga Biru dan Piramida. Tepung terigu protein rendah dibuat dari jenis gandum soft wheat dengan kandungan protein maksimal adalah 11%. Merek yang termasuk dalam tepung terigu protein  rendah adalah Lencana Merah, Kunci Biru, dan Payung.

Penerapan sistem manajemen mutu di PT. Indofood Sukses Makmur Bogasari Flour Mills terdiri dari berbagai aspek. Untuk aspek produknya dimulai dari penyimpanan gandum di wheat silo, penggilingan gandum menjadi tepung hingga proses mixing dan packing yang sesuai standar untuk menjaga mutu produk. Upaya peningkatan produk dan layanan yang dilakukan juga telah mengantar Bogasari mendapatkan sertifikasi ISO 9001 (Sistem Manajemen Mutu). ISO 9001 didasarkan pada delapan prinsip manajemen mutu yang merupakan dasar untuk tata kelola perusahaan yang baik yaitu focus pada pelanggan, kepemimpinan, partisipasi staf, pendekatan proses, pendekatan manajeme, perbaikan terus menerus, factual pendekatan untuk pengambilan keputusan, dan hubungan pemasok yang menguntungkan. Selain itu di setiap departemen di Bogasari telah memiliki Work Instrcuction yang digunakan sebagai acuan standar prosedur kerja bagi pimpinan, staff maupun pekerja.

Untuk sistem manajemen mutu produknya telah dilakukan sesuai standar. Dengan sistem standar operational prosedur yang telah terstandarisasi dengan sertifikasi ISO 9001 dalam proses produksi mulai dari incoming quality control, process quality control, sampai out going quality control, akan menghasilkan produk sesuai dengan persyaratan SNI (Standard Nasional Indonesia) tepung terigu. Bogasari mempekerjakan tim Quality Control yang sangat kompetitif dalam hal kualitas yang bertindak sebagai pengontrol kualitas produk di lokasi pabrik saat proses produksi. Gandum yang dipakai diuji untuk memenuhi persyaratan kualitas yang ketat sebelum digiling. Tepung terigu dari Bogasari merupakan produk yang telah melalui proses produksi dengan standar Internasional dan didukung dengan teknologi berkualitas tinggi. Selain telah bersertifikasi Halal dari Majelis Ulama Indonesia, pabriknya sendiri telah disertifikasi ISO 9001 dan HACCP (Hazard Analysis Critical Control Point) dari SGS.

Bogasari sangat memperhatikan safety first dan kesehatan, keselamatan kerja untuk karyawannya, demi menghindar hal-hal yang tidak diinginkan. Yaitu dengan memberikan kelengkapan pekerja seperti topi, seragam, sepatu safety, masker dan ear plug. Proses  pengolahan produksi tepung terigu dengan berbagai macam merek yang beredar di  pasaran juga di perhatikan. Hasil dari sisa produksi terutama padat diolah lebih lanjut untuk menjaga kelestarian lingkungan.Pengendalian hasil samping diolah kembali menjadi pelet dan dapat dijual kembali sehingga menguntungkan perusahaan. Mesin-mesin produksi dilakukan perawatan secara rutin da nada yang setiap hari di maintanance. Produk yang gagal produksi akan segera dibuang, sedangkan produk yang gagal kemas akan direpass. Hal ini dilakukan agar kebersihan dan keamanan tetap terjaga. Sementara itu, pembinaan terhadap karyawan sendiri sudah sering dilakukan dengan adanya serikat kerja, penambahan fasilitas kerja serta jaminan kesehatan keluarga yang diberlakukan untuk masyarakat.

TUGAS MINGGU KE-2

29 Apr

Herydho Octa Ardyansyah

33411368

4ID04

1. Apa menurut anda titel sarjana ?.

Jawab : Menurut saya titel sarjana ialah hanya sebuah motivasi yang membantu dimasa yang akan mendatang. Bagi saya sendiri titel sarjana bukanlah tujuan utama untuk kuliah, karena pada dasarnya itu hanyalah sebuah huruf tamabahan sebelum ataupun sesudah nama kita, yang terpenting adalah bagaimana kita bisa mengikuti pelajaran yang ada pada perkuliahan itu sendiri dan ilmu apa saja yang sudah kita dapatkan serta menjadikan titel sarjana sebagai motivasi agar nanti setelah lulus kita dapat kepuasaan yang lebih dimana nantinya kuliah yang kita ikuti tidak menjadi sia-sia.

2. Apa menurut anda tentang kejujuran ?.

Jawab : Kejujuran mencerminkan karakter serta sifat dari seseorang, dimana kita bisa melihat kualitas seseorang dengan perkataannya. Seperti yang kita ketahui kejujuran sangatlah penting ditanamkan kepada seseorang, akan tetapi tidak semua orang harus berkata jujur serta tidak semua orang mampu berkata jujur. Misalnya adalah ketika seseorang tidak berkata jujur demi kebaikan orang lain dan juga seseorang yang sudah terbiasa tidak berkata jujur demi gengsi semata. Apapun itu nilai dari kejujuran sangatlah tinggi akan lebih indah hidup seseorang jika dihiasi dengan perkataan yang jujur ya meskipun begitu, tak ada seorangpun yang tidak pernah berkata tidak jujur dalam hidupnya dan tak ada manusia yang sempurna karena kesempurnaan hanyalah milik Tuhan semata.

Tugas Etika Profesi

24 Mar

Nama : Herydho Octa Ardyansyah

NPM   : 33411368

Kelas  : 4ID04

ETIKA PROFESI

  1. Apa sebenarnya kepakaran dari seorang sarjana teknik industri ?

Jawab:

Kepakaran dari seorang sarjana teknik industri yaitu:

  1. Seorang sarjana teknik industri berfokus kepada perancangan, perbaikan, peningkatan dan instalasi dari sistem terintegrasi yang terdiri atas manusia, material, peralatan dan energi untuk menspesifikasikan, memprediksi dan mengevaluasi hasil yang diperoleh dari sebuah sistem terintegrasi.
  2. Sebagai seorang profesional, maka sarjana teknik industri harus mampu mempertahankan idealisme yang menyatakan bahwa keahlian profesi yang dikuasainya bukanlah sebuah komoditas yang hendak diperjual-belikan sekedar untuk memperoleh nafkah ataupun keuntungan, melainkan sebuah kebajikan yang hendak diabadikan demi dan semata untuk kesejahteraan umat manusia.
  3. Seorang sarjana teknik industri harus memahami benar makna profesionalisme kalau ingin dikatakan sebagai seorang profesional. Dalam hal ini profesionalisme didefinisikan sebagai suatu paham yang menciptakan dilakukannya kegiatan-kegiatan kerja tertentu dalam masyarakat, berbekalkan keahlian tinggi dan berdasarkan rasa keterpanggilan serta ikrar (fateri/profiteri) untuk menerima panggilan tersebut untuk dengan semangat pengabdian.
  4. Seorang sarjana teknik industri memiliki tanggung jawab profesi yang lebih spesifik seorang professional diantaranya:
  5. Mencapai kualitas yang tinggi dan efektifitas baik dalam proses maupun produk hasil kerja profesional.
  6. Menjaga kompetensi sebagai profesional.
  7. Mengetahui dan menghormati adanya hukum yang berhubungan dengan kerja yang profesional.
  8. Menghormati perjanjian, persetujuan, dan menunjukkan tanggung jawab.
  1. Tuliskan karakter-karakter tidak beretika menurut kalian dalam kehidupan sehari-hari (beri 5 contoh dan analisa) ?

Jawab:

Karakter yang tidak beretika dalam kehidupan sehari-hari, yaitu:

  1. Bermain gadget ketika lagi kumpul sama keluarga.

Orang yang suka bermain gadget ketika keluarga sedang kumpul dianggap tidak beretika karena dianggap tidak menghormati keluarga disekitarnya.

  1. Berbicara kasar di depan umum.

Orang yang suka berbicara kasar di depan umum terhadap orang lain dianggap tidak beretika karena selain tidak menghargai orang tersebut, juga tidak mempedulikan kondisi lingkungan sekitar yang terdapat orang lain.

  1. Buang angin sembarangan (kentut) ketika banyak orang

Orang yang sering buang angin sembarangan dianggap tidak beretika karena tidak menghormati orang disekitarnya. Selain itu, aroma angin yang dikeluarkan dapat mengganggu pernapasan orang sekitarnya.

  1. Suka mengambil barang orang lain (pencuri)

Orang yang selalu mencari-cari kesempatan disaat orang lain lengah untuk mengambil barang yang bukan miliknya merupakan salah satu karakter orang yang tidak beretika.

  1. Bersikap egois dalam kelompok kerja

Dalam suatu kelompok kerja dibutuhkan kerja sama dan kekompakkan satu sama lain tetapi jika ada satu orang saja yang tidak mau mengerjakan tugas dalam kelompok tsb dengan alasan tidak jelas maka orang tsb dapat dianggap tidak beretika karena tidak ingin dibebani tugas apapun.

  1. Tuliskan aktivitas tidak beretika professional dalam bekerja (beri 5 contoh dan analisa) ?

Jawab:

Aktivitas tidak beretika professional dalam bekerja, yaitu:

  1. Tidak bertanggung jawab dalam menjalankan tugas

Seorang pekerja dalam melaksanakan tanggung jawabnya sebagai profesional harus senantiasa menggunakan pertimbangan moral dan profesional dalam semua kegiatan yang dilakukannya. Jika tidak, maka dianggap tidak memiliki etika professional.

  1. Tidak mengikuti peraturan yang berlaku dalam tempat bekerja

Suatu perusahaan atau tempat seseorang bekerja memiliki peraturan-peraturan yang diwajibkan oleh perusahaan, apabila seorang pekerja tidak dapat mengikuti peraturan perusahaan tsb, maka dianggap tidak  memiliki etika professional.

  1. Tidak konsisten dalam bekerja

Dalam bekerja seseorang yang tidak dapat menjalankan pekerjaan sesuai dengan perjanjian kerja dan etika profesi yang seharusnya dapat dianggap tidak memiliki etika professional.

  1. Tidak dapat menjaga kerahasiaan perusahaan tempat bekerja

Suatu perusahaan atau tempat seseorang bekerja memiliki rahasia terutama dalam tujuan untuk bisa terus mempertahankan eksistensi perusahaan tsb. Apabila seorang pekerja tidak dapat menjaga kerahasiaan perusahaan tsb, maka dianggap tidak  memiliki etika professional.

  1. Tidak dapat menjaga obyektifitas dalam bekerja

Dalam pemenuhan kewajiban profesionalnya, seorang pekerja harus menjaga obyektifitasnya dan bebas dari benturan kepentingan. Jika tidak, maka dianggap tidak memiliki etika professional.

Tugas Softskill 2

1 Dec

TUGAS SOFTKILL KEDUA

 

 

Nama : Herydho Octa Ardyansyah

NPM : 33411368

Kelas : 4ID04

  1. Sebutkan dan jelaskan tujuan perencanaan organisasional ?

Jawaban : perencanaan organisasional mempunyai dua maksud yaitu:

perlindungan protective dan kesepakatan affirmativ.

  • Tujuan perlindungan protective adalah meminimasi resiko dengan ketidakpastian disekitar kondisi bisnis dan menjelaskan konsekuensi tindakan menejerial yang berhubugan.
  • Tujuan kesepatan affirmativ adalah untuk meningkatkan tingkat keberhasilan organisasional.
  1. Henry Fayol mengemukakan enam belas garis pedoman umun ketika mengorganisasi sumber daya-sumber daya, sebutkan !

Jawaban : enam belas garis pedoman umum menurut Hendry Fayol adalah sebagai berikut :

  1. Menyiapkan dan melaksanakan rencana operasional secara bijaksana.
  2. Mengorganisasi aset kemanusiaan dan bahan sehingga konsistensi dengan tujuan-tujuan sumber daya.
  3. Menetapkan wewenang tunggal, kompeten, energik
  4. Mengkordinasikan semua aktivitas-aktivitas dan usaha-usaha.
  5. Merumuskan keputusan yang jelas dan tepat.
  6. Menyusun bagi seleksi yang efisien sehingga tiap-tiap departemen dipimpin oleh seorang manager.
  7. Mendefinisikan tugas-tugas
  8. Mendorong inisiatif dan tanggung jawab
  9. Memberikan balas jasa yang adil dan sesuai bagi jasa yang diberikan
  10. Memberikan sanksi terhadap-kesalahan dan kekeliruan
  11. Mempertahankan disiplin
  12. Menjamin bahwa kepentingan individu konsisten dengan kepentingan umum dari organisasi.
  13. Mengakui adanya satu komando/pimpinan
  14. Mempromosikan koordinasi bahan dan kemanusia
  15. Melembagakan dan memberlakukan pengawasan
  16. Menghindari adanya pengaturan, birokrasi dan kertas kerja
  1. Sebutkan keuntungan dan kerugian dalam pembagian tenaga kerja ?

Jawaban : keuntungan dan kerugian tenaga kerja pada pembagian tenaga kerja adalah :

  • Keuntungan :
  1. Pekerja berspesialisasi dalam tugas tertentu sehingga keterampilan dalam tugas tertentu meningkat.
  2. Tenaga kerja tidak kehilangan waktu dari satu tugas ke tugas yang lain.
  3. Pekerja memusatkan diri pada satu pekerjaan dan membuat pekerjalebih mudah dan efisien.
  4. Pekerja hanya perlu mengetahui bagaimana melaksanakan bagian tugas dan bukan proses keseluruhan produk.
  • Kerugian
  1. Pembagian kerja hanya dipusatkan pada efisiensi dan manfaat ekonomi yang mengabaikan variabel manusia.
  2. Kerja yang terspesialisasi cenderung menjai sangat membosankan yang akan berakibat tingkat produksi menurun.
  1. Menurut Chester Barnard akan makin banyak perintah manager yang diterima dalam jangka panjang apabila terdapathal-hal mengenai ? sebutkan !

Jawaban : akan makin banyak perintah manager yang diterima dalam jangka panjang jika :

  1. Saluran formal dari komunikasi digunakan oleh manajer dan dikenal semua anggota organisasi
  2. Tiap anggota organisasi telah menerima saluran komunikasi formal melalui mana dia menerima perintah
  3. Lini komunikasi antara manajer bawahan bersifat langsung
  4. Rantai komando yang lengkap
  5. Manajer memiliki keterampilan komunikasi yang memadai
  6. Manajer menggunakan lini komunikasi formal hanya untuk urusan organisasional
  7. Suatu perintah secara otentik memang berasal dari manajer

Sumber : https://faisaladamsyah.wordpress.com/2014/06/27/kewirausahaan-part-2/

Kewirausahaan

19 Oct

1. Kewirausahaan adalah proses penciptaan sesuatu yang berbeda nilainya dengan menggunakan usaha dan waktu yang diperlukan, memikul resiko finansial, psikologi dan sosial yang menyertainya, serta menerima balas jasa moneter dan kepuasan pribadi. Kewirausahaan menurut Harvey Leibenstein (1968, 1979) adalah kegiatan yang dibutuhkan untuk menciptakan atau melaksanakan perusahaan pada saat semua pasar belum terbentuk atau belum teridentifikasi dengan jelas, atau komponen fungsi produksinya belum diketahui sepenuhnya. Kewirausahaan berasal dari bahasa perancis, yang mempunyai arti perantara. Menurut Joseph Schumpeter (1934) Wirausahawan adalah seseorang inovator yang mengimplementasikan perubahan-perubahan didalam pasar melalui kombinasi-kombinasi baru. Schumpeter, mengkaitkan wirausaha dengan konteks bisnis serta mengkaitkannya dengan kombinasi sumber daya. Jenis perilaku seorang wirausahawan antara lain: a. Memperkenalkan produk baru atau dengan kualitas baru. b. Memperkenalkan metoda produksi baru. c. Membuka pasar baru. 2. Kunci dari seorang wirausahawan yang sukses adalah kreatif, inovatif, berani mengambil resiko, dan tidak mudah menyerah. Karakteristik wirausahawan menurut Mc Clelland antara lain: a. Keinginan untuk berprestasi. b. Keinginan untuk bertanggung jawab. c. Preferensi kepada resiko-resiko menengah. d. Persepsi kepada kemungkinan berhasil. e. Rangsangan oleh umpan balik. f. Aktivitas energik. g. Orientasi ke masa depan. h. Keterampilan dalam perorganisasian. i. Sikap terhadap uang. Sedangkan karakteristik yang sukses dengan n-Ach tinggi, antara lain: a. Kemampuan berinovatif. b. Toleransi terhadap kemenduaan. c. Keinginan untuk berprestasi. d. Kemampuan perencanaan realisits. e. Kepemimpinan terorientasi kepada tujuan. f. Objektivitas. g. Tanggung jawab pribadi. h. Kemampuan beradaptasi. i. Kemampuan sebagai pengorganisasi dan administrator. 3. Tiga kebutuhan dasar yang mempengaruhi pencapaian tujuan ekonomi menurut Mc Clelland adalah sebagai berikut: a. Kebutuhan untuk beradaptasi (n-Ach) n-ACH adalah motivasi untuk berprestasi , karena itu karyawan akan berusaha mencapai prestasi tertingginya, pencapaian tujuan tersebut bersifat realistis tetapi menantang, dan kemajuan dalam pekerjaan. Karyawan perlu mendapat umpan balik dari lingkungannya sebagai bentuk pengakuan terhadap prestasinya tersebut. b. Kebutuhan untuk berafiliasi (n-Afil) Kebutuhan untuk Berafiliasi atau Bersahabat (n-AFI) Kebutuhan akan Afiliasi adalah hasrat untuk berhubungan antar pribadi yang ramah dan akrab. Individu merefleksikan keinginan untuk mempunyai hubungan yang erat, kooperatif dan penuh sikap persahabatan dengan pihak lain. Individu yang mempunyai kebutuhan afiliasi yang tinggi umumnya berhasil dalam pekerjaan yang memerlukan interaksi sosial yang tinggi. Mc Clelland mengatakan bahwa kebanyakan orang memiliki kombinasi karakteristik tersebut, akibatnya akan mempengaruhi perilaku karyawan dalam bekerja atau mengelola organisasi. c. Kebutuhan untuk berkuasa (n-Pow) Kebutuhan akan Kekuasaan (n-POW) Kebutuhan akan kekuasaan adalah kebutuhan untuk membuat orang lain berperilaku dalam suatu cara dimana orang-orang itu tanpa dipaksa tidak akan berperilaku demikian atau suatu bentuk ekspresi dari individu untuk mengendalikan dan mempengaruhi orang lain. 4. Dalam mengidentifikasi peluang usaha baru terdapat sumber-sumber gagasannya. Berikut ini adalah sumber-sumber gagasannya: a. Kebutuhan akan sumber penemuan. b. Hobi atau kesenangan pribadi. c. Mengamati kecenderungan-kecenderungan. d. Mengamati kekurangan-kekurangan produk dan jasa yang ada. e. Mengapa tidak terdapat ? f. Kegunaan lain dari barang-barang biasa. g. Pemanfaat produk dari perusahaan lain. 5. Unsur-unsur analisa pulang sumber pokok, antara lain: a. Biaya tetap. b. Biaya variabel. c. Biaya total. d. Pendapatan total. e. Keuntungan. f. Kerugian. g. Titik pulang pokok 6. Kepemilikan dibagi menjadi beberapa bentuk. Berikut penjelasan dan bentuk-bentuk dari kepemilikan. a. Pemilikan tunggal atau perseorangan Dimiliki dan dijalankan oleh satu orang saja dan pemilik tidak perlu membagikan laba. b. Kongsi Ada perjanjian tertulis, dimiliki oleh dua orang atau lebih, umur perusahaan terbatas, pemilikan bersama atas harta, ikut serta dalam manajemen dan pembagian laba. c. Perusahaan perseroaan Perusahaan dengan badan hukum, kewajiban pemilik saham terbatas pada jumlah saham yang dimiliki, kepemilikan dapat berpindah tangan, dan eksistensi relatif lebih stabil atau permanen. 7. Langkah-langkah penyediaan sumber daya manusia : a. Perekrutan karyawan Penarikan tenaga kerja adalah langkah pertama di dalam menyediakan sumber daya manusia bagi organisasi kewiraswastaan setiap kali terdapat posisi yang kosong. b. Seleksi calon karyawan Seleksi tenaga kerja adalah penyaringan awal dari calon sumber daya manusia yang tersedia untuk mengisi suatu posisi. Tujuannya adalah untuk memperkecil hingga jumlah yang relatif sedikit calon karyawan dari mana seseorang akhirnya akan disewa. c. Pelatihan karyawan Pelatihan karyawan adalah keterampilan yang diajarkan pihak perusahaan kepada karyawannya. d. Penilaian hasil kerja Penilaian tentang hasil kerja yang telah dilakukan oleh karyawannya, apakah sesuai dengan yang diharapkan atau belum.

Link

https://drive.google.com/file/d/0BznSPpdDHNLOMlhsSmMzMXREdEE/edit?usp=sharing

28 May

https://drive.google.com/file/d/0BznSPpdDHNLOMlhsSmMzMXREdEE/edit?usp=sharing

Tugas Sofskill 2

30 Apr

TUGAS MATA KULIAH

(SOFTSKILL)

Disusun Oleh:

Nama Anggota :

  1. Fadjar Maulana              /32411572
  2. Haviel Arjuna Pribadi   / 39411087
  3. Herydhooctaaryansyah / 33411368
  4. Rahman Eka Prasetya   / 35411772

Mata Kuliah      : Pengetahuan Lingkungan

Tema                  : Tingkat pertumbuhan, kemiskinan

                              dan kelaparan penduduk

 

JURUSAN TEKNIK INDUSTRI

FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI

UNIVERSITAS GUNADARMA

BEKASI

2014

Pertumbuhan Penduduk dan Kelaparan,Kemiskinan dan Keterbelakangan

World Population Growth 2050 Pertumbuhan penduduk terjadi menurut deret ukur sedangkan pertumbuhan produksi berlangsung secara deret hitung. Sebab itu akan terjadi peledakan penduduk yang berakibat kelaparan dan kematian. Keyakinan ini pertama kali dikemukakan oleh Prof. Thomas Robert Malthus (Universitas Cambridge, 1785). Akan tetapi Prof. Simon Kuznets membantahnya 173 tahun kemudian. Secara ilmiah ia membuktikan bahwa Malthus sama sekali salah. Untuk itu ia mendapat hadiah Nobel di bidang ekonomi pada tahun 1971.

Menurut Kuznets, pertumbuhan ekonomi berlangsung paling pesat pada saat pertumbuhan penduduk paling cepat pula. Keadaan ini dibuktikan oleh Eropa selama 100 tahun industrialisasi di Eropa. Prof Yamomoto di Jepang juga mempunyai keyakinan yang sama berdasarkan observasinya bahwa pertumbuhan ekonomi di Jepang paling tinggi terjadi dalam tahun 1970-an. Ia menunjuk ketika Jepang secara dramatis mengambil alih pasaran produksi mobil dunia selama 30 tahun terakhir abad ke-20.

Alasan utama korelasi antara pertumbuhan penduduk dan pertumbuhan ekonomi sebenarnya sederhana. Yaitu terdapatnya permintaan sangat besar dalam penduduk yang bertumbuh. Terdapat lebih banyak pembeli untuk produk yang dihasilkan, sehingga secara alamiah produksi makin tumbuh dan makin banyak orang bekerja, dengan demikian kemiskinan terhapus. Pertumbuhan penduduk adalah stimulus terbesar untuk kemajuan ekonomi. Tekanan karena pertumbuhan penduduk pada sumber daya yang terbatas pada saat tertentu di suatu daerah tertentu menjadi daya dorong paling besar terhadap inovasi teknologi dan peningkatan produksi. Dengan demikian Thomas Malthus, seorang pastor Inggris yang pertama-tama bicara tentang peledakan penduduk dengan akibat kelaparan dan kematian terbukti salah berkali-kali.