KABUT ASAP RIAU

27 Mar

KABUT ASAP RIAU

Sembilan dari 10 alat pemantau indeks pencemaran udara di sejumlah wilayah di Riau menunjukkan, polusi akibat kabut asap Riau capai level “Berbahaya”. Laura Pulina, Kepala Sub-Bidang Informasi Pusat Pengelolaan Ekologi Regional Sumatera Kementerian Lingkungan Hidup mengatakan, dalam level itu, kualitas udara bisa disebut buruk atau tidak sehat.

“Kalau sesuai standar Kementerian Lingkungan Hidup, semestinya warga yang berada pada daerah kualitas udara buruk itu sudah harus dievakuasi. Ini yang harus menjadi perhatian dari Satgas dan pemerintah daerah.

Dua alat deteksi di Kota Pekanbaru tersebut menunjukkan angka 305 dan 402 Psi (Pollutant Standar Index). Angka indeks lebih dari 300 berarti pencemaran sudah sangat berbahaya bagi manusia, hewan, dan tumbuhan.

Kondisi yang sama juga terdeteksi di Kabupaten Siak. Tiga alat menunjukkan angka 347, 500, dan 464 Psi. Di Kabupaten Bengkalis, polusi asap juga berada di level berbahaya. Indeks pencemaran di dua alat milik PT Chevron Pacific Indonesia di daerah Duri menunjukkan angka 450 dan 500. Sementara itu, indeks pencemaran di Kota Dumai menunjukkan angka 183 atau dalam ambang batas level “Sangat Tidak Sehat”.

Sejumlah kasus kematian pun terjadi di lokasi yang diduga akibat banyak menghirup asap di lokasi pembakaran hutan.

Opini :
Saya sebagai warga indonesia khusus nya sangat miris melihat kejadian tersebut, dimana masyarakat memilih untuk membakar hutan tanpa memperhatikan lingkungan tempat mereka tinggal. Masyarakat tersebut seharus nya memiliki perasaan atau berpikir terlebih dahulu sebelum melakukan suatu tindakan yang berakibat merugikan lingkungan sekitar, atau paling tidak memiliki rasa manusiawi dalam melakukan suatu tindakan. Hal ini juga tidak terlepas dari peran pemerintah dan juga masyarakat sekitar untuk menjaga kelestarian alam lingkungan negara kita tercinta ini. Saya sangat menekankan kepada pemerintah untuk mengambil tindakan yang cepat sebelum masalah ini terus berkelanjutan, misalkan dengan cara memadamkan titik-titik api yang belum membesar, dan untuk masyarakat saya menekankan untuk tidak melakukan pembakaran hutan untuk dijadikan lahan bagi perusahaan-perusahaan asing yang serakah yang tidak memperdulikan lingkungan tempat kita berpijak ini.

Sumber :
http://nationalgeographic.co.id/berita/2014/03/kabut-asap-riau-capai-level-berbahaya

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: